Fungsi Masjid Masih Salah Orientasi

antarafoto.com
Rabu, 22 Juni 2011, 15:36 WIB 
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Ribuan masjid berdiri megah. Namun, hanya segelintir masjid yang mampu menjalankan fungsinya secara optimal.

Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI), Natsi Zubaedi, mengatakan ada kesalahan orientasi dalam diri umat Islam saat memberdayakan masjid. Menurut dia, kesalahan orientasi itu menjadi biang keladi miskinnya peranan masjid dalam pemberdayaan umat.

"Bangun masjidnya aktif, giliran memakmurkan masjid kurang. Artinya, ada yang keliru," papar dia kepada Republika.co.id, Rabu (22/6).

Fungsi Masjid Seharusnya Multidimensional

Masjid Al-Barkah, Bekasi (ilustrasi).
Selasa, 20 Maret 2012, 23:19 WIB 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Fungsi masjid yang berlokasi di pasar tradisional masih terbatas peruntukannya sebagai pelengkap fasilitas. Padahal, masjid memiliki fungsi komprehensif dan multidimensional seperti sebagai sarana menuntun para pedagang untuk menjaga adab dalam berniaga.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Nasir Zubaedi, mengatakan keberadaan Masjid di mana pun harus memiliki fungsi berupa pencerahan dan arahan bagi masyarakat. "Tentu saja dalam hal ini dibutuhkan pengelola atau pengurus masjid yang kreatif," kata dia saat berbincang dengan Republika Online, Selasa (20/3).

Masjid Harus Bisa Lebih Memberdayakan Umat

Para pengurus Dewan Masjid Indonesia saat disumpah
8 Februari 2012 Oleh    
Klojen, MC - Banyak harapan dengan sudah dikukuhkannya Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang secara resmi di Balai Kota Malang, Selasa (7/2). Dari sekian banyak harapan itu adalah masjid bisa kembali menjadi tempat yang bisa memberdayakan umat seperti di massa Nabi Muhamad SAW.

Agar cita-cita itu bisa tercapai, umat Islam bisa memulainya dari hal-hal kecil namun bisa berdampak besar. Mulai dari penggarapaan administrasi yang baik, memperbaiki mutu khutbah, hingga menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.

Masjid Al-Azhar Kelola Dana untuk Pemberdayaan

Rabu, 20 Februari 2013, 21:21 WIB 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masjid Al-Azhar Jakarta mengelola dana pendapatan masjid untuk pemberdayaan umat. Melalui program-program yang sudah direncanakan, ada dua garis besar program kelola dana masjid. Program ini diluar kebutuhan pokok penunjang pemeliharaan masjid.

Pertama, program langsung yang selalu dijalankan dengan memberi bantuan langsung pada masyarakat. Misalnya membagi sembako untuk kaum dhuafa. Kedua, program tidak langsung, yaitu dengan memaksimalkan dana masjid untuk memberdayakan masyarakat. Dalam program ini, masjid Al Azhar lebih menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi. Meskipun, dana masjid juga untuk menambah akses pendidikan.

Memfungsikan Masjid Sebagai Sarana Pemberdayaan Umat


Ditulis Oleh :Muhammad Nahar, Pada Tanggal : 29 - 08 - 2012 
Mungkin salah satu penyebab sepinya masjid-masjid kita adalah karena masjid belum berfungsi sebagai pusat komunitas dari orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Masjid hanya dianggap sebagai tempat menunaikan ibadah ritual semata. Terkadang hanya sesekali diadakan pengajian dan para pesertanya pun terbatas sehingga terkesan ekslusif. Selebihnya, masjid seperti bangunan kosong yang tidak menampakkan dinamika kehidupan.

Para penjaganya yang tampak melakukan tugas-tugas rutin mereka seperti; membersihkan ruang ibadah, mengecek sound system dan sebagainya. Bahkan diantara mereka ada juga yang sempat untuk bersantai-santai tanpa melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi waktu luangnya.

Membangun Masjid, Impian Lama Muslim Iqaluit

Minggu, 17 Februari 2013, 00:07 WIB
deviantart.com
REPUBLIKA.CO.ID, TORONTO -- Komunitas Muslim Iqaluit, yang menetap di lingkar kutub utara, tengah membangun masjid pertama mereka. Pembangunan tersebut merupakan impian lama yang baru terealisasi tahun ini.

Presiden Masyarakat Islam Nunavut, Syed Ali Asif mengatakan Iqaluit adalah ibukota wilayah Nanavut, provinsi di Utara Kanada dengan populasi total mencapai 8.000 jiwa. Di kota tersebut populasi Muslim mencapai 80 hingga 100 jiwa.

Kebanyakan Muslim Iqaluit berasal dari wilayah Selatan Kanada. Sebagian dari mereka bekerja sebagai supir taksi. Melihat dari populasi yang terus tumbuh, komunitas Muslim sangat membutuhkan satu tempat yang representatif untuk melaksanakan shalat.

Memberdayakan Masjid

edosegara.com
Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Di Indonesia rasanya tidak terlalu sulit menemukan masjid. Masjid tersebar dari pusat kota hingga pelosok desa. Namun, kerapkali masjid menjadi ramai pada saat tertentu saja. Misal Ramadhan seperti saat ini, shalat Jumat, shalat Idul Fitri, atau moment lain yang berkaitan perayaan hari besar Islam. Artinya, masjid masih dipahami sebagai tempat ibadah semata. Bahkan tren kekinian memperlihatkan bahwa tidak sedikit masyarakat yang menganggap masjid tak lebih sebagai kawasan wisata.

Pada masa dahulu, fungsi dan peranan masjid tak sekadar rumah ibadah umat Islam, namun