| Para pengurus Dewan Masjid Indonesia saat disumpah |
Agar cita-cita itu bisa tercapai, umat Islam bisa memulainya dari hal-hal kecil namun bisa berdampak besar. Mulai dari penggarapaan administrasi yang baik, memperbaiki mutu khutbah, hingga menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
Ketua DMI Kota Malang, Kamilun Muhtadin mengungkapkan pembenahan administrasi masjid sudah sangat mendesak dilakukan. Sebab tanpa administrasi yang bagus, sulit rasanya bisa memanajemeni masjid dengan baik.
“Ke depan perlu ada juga sertifikasi masjid yang selama ini masih banyak diabaikan. Sebab jika masjid tidak bersertifikat, rawan sekali terjadi adanya konflik terutama saat masjid itu sudah mencapai generasi anak cucu,” jelas Kamilun, Selasa (7/2).
Setelah saat ini resmi dilantik, Kamilun menyebutkan pihaknya akan segera melakukan konsolidasi ke dalam intern cabang dan ranting yang DMI yang ada di Kota Malang. Dari pertemuan itu nantinya akan dibuat program kegiatan yang akan dilakukan ke depan untuk semakin memperkuat peran umat Islam di Masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Malang, Dr. H. Sofwan, SH, M.Si, mengatakan kalau di zaman perjuangan masjid difungsikan sebagai wahana menumbuhkan persatuan dan kesatuan bangsa. Pada era kemerdekaan ini perannya semakin meningkat menjadi tempat ibadah dan dakwah, pembinaan social, mencerdaskan umat, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Begitu pentingnya peran masjid, saat ini kiprah DMI Kota Malang sudah semakin ditunggu-tunggu di masyarakat,” kata Sofwan.
Ke depan peran DMI harus ditingkatkan diberbagai bidang, termasuk dudalamnya bidang kesehatan dan lingkungan hidup. Kesejahteraan masyarakat, pelayanan publick. Sehingga peran masjid sebagai pusat aqidah, akhlaq dan ibadah benar-benar bisa semakin dirasakan oleh masyarakat.
“Masjid mampu memberikan solusi pemecahan berbagai kendala yang dihadapi umat,” ujar Sofwan.
Sekretaris Dewan Masjid Indonesia Jatim, Syaiful Asrori menceritakan di masa Rosululah masjid menjadi pusat perkembangan masyarakat. Di masjid, tamu Rasulullah SAW bukan hanya orang muslim, tetapi dari berbagai macam agama dan suku. (cah/dmb)
Sumber:
No comments:
Post a Comment